Bhayangkara Insight.com
BITUNG 10 Juni 2026
Kondisi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung kembali menjadi sorotan publik. Sebuah truk pengangkut sampah yang ditempatkan di samping Taman Kesatuan Bangsa (TKB) dinilai sudah tidak layak beroperasi karena mengalami kerusakan parah dan terdapat sejumlah bagian bak penampung yang terlihat berlubang serta berkarat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kendaraan tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat. Warga menilai armada yang digunakan untuk mengangkut sampah seharusnya memenuhi standar kelayakan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan maupun mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang dilalui.
Sejumlah warga mempertanyakan komitmen DLH Kota Bitung dalam menjaga kebersihan kota apabila kendaraan pengangkut sampah yang digunakan justru berada dalam kondisi memprihatinkan. Selain berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, kondisi bak yang rusak juga dikhawatirkan dapat menyebabkan sampah tercecer di sepanjang jalur pengangkutan.
😡"Kalau armada seperti ini terus dipaksakan beroperasi, bagaimana bisa mendukung program kota bersih yang selalu digaungkan pemerintah? Kendaraan ini terlihat sudah tua, berkarat, dan banyak bagian yang rusak," ujar salah seorang warga.
Keberadaan kendaraan tersebut di area samping Taman Kesatuan Bangsa juga menjadi perhatian publik. Pasalnya, lokasi tersebut berada di kawasan yang cukup ramai dan menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat Kota Bitung.
Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan armada di lingkungan DLH Kota Bitung. Masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja instansi tersebut, termasuk transparansi dalam pengelolaan anggaran pemeliharaan dan peremajaan kendaraan operasional.
Warga juga mendesak Wali Kota Bitung untuk turun tangan melakukan inspeksi langsung terhadap kondisi armada pengangkut sampah yang digunakan DLH. Langkah tersebut dinilai penting agar program penataan dan kebersihan kota tidak hanya menjadi slogan semata, melainkan diwujudkan melalui sarana dan prasarana yang memadai.
👉 "Jika benar armada yang digunakan sudah tidak layak, maka harus segera diganti atau diperbaiki. Jangan sampai pelayanan publik terganggu dan masyarakat yang menjadi korban," tegas warga lainnya.
Selain itu, muncul pula tuntutan agar dilakukan evaluasi terhadap pimpinan DLH Kota Bitung. Sejumlah pihak menilai Kepala Dinas Lingkungan Hidup perlu bertanggung jawab atas kondisi armada yang dinilai tidak mencerminkan keseriusan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kota.
Masyarakat berharap Wali Kota Bitung segera mengambil langkah tegas dengan melakukan audit terhadap kondisi armada persampahan, mengevaluasi kinerja DLH, serta memastikan seluruh kendaraan operasional memenuhi standar kelayakan demi mendukung terwujudnya Kota Bitung yang bersih, sehat, dan tertata.
👉 Dugaan dan kritik dalam berita ini perlu dikonfirmasi kepada pihak DLH Kota Bitung untuk memperoleh penjelasan dan tanggapan resmi guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.
( Berty )